Sabtu, 06 Mei 2023

6 Kesenangan Rekreatif dan Edukatif di Museum History of Sundaland yang Ceritakan Budaya Sunda!

 

Museum History of Sundaland memiliki berbagai keunikan yang membuatnya menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi.  Museum ini menjaga warisan budaya Tanah Sunda seperti artefak dan benda-benda seni yang mewakili warisan budaya Jawa Barat. Ini adalah kesempatan bagi pengunjung untuk mempelajari sejarah dan kebudayaan yang unik dari Tataran Sunda.


Berkunjung ke museum History of Sundaland sangat penting bagi anak-anak, dikarenakan Museum ini menyediakan informasi serta sumber daya sejarah, budaya, seni, serta ilmu pengetahuan. Dengan berkunjung ke museum, seseorang dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang berbagai topik yang memperkaya rasa cinta terhadap tanah kelahiran dirinya.



1. Sumber Pengetahuan

Keberadaan Museum History of Sundaland di Karawang sangat menginspirasi sekaligus memberikan wawasan yang sangat luas. Pengunjung dapat belajar tentang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui teknologi dan koleksi yang terpajang dalam museum. Itulah mengapa Museum ini sangup mempertahankan keindahan koleksi benda-benda kuno yang menakjubkan. Sehingga pengunjung dapat melihat keajaiban artefak jutaan tahun silam yang mungkin tidak mereka temui sehari-hari.

2. Menjaga Warisan Budaya

Museum adalah rumah bagi koleksi seni, artefak sejarah, dan benda-benda bersejarah yang harus dipertahankan untuk generasi mendatang. Dengan mengunjungi museum, seseorang dapat membantu menjaga warisan budaya dan sejarah.

Secara spesifik, Museum History of Sundaland menunjukkan budaya dan sejarah dari wilayah Jawa Barat. Sebuah kesempatan bagi pengunjung untuk belajar tentang keunikan lokal dan mempertahankan warisan budaya daerah tersebut.

3. Rekreasi dan Edukasi

Daya tarik lain ialah bahwa Museum History of Sundaland menjadi tempat rekreasi yang edukatif bagi keluarga dan teman-teman. Sungguh pengalaman yang menyenangkan dan edukatif pada saat yang bersamaan!

Tentunya Museum History of Sundaland melestarikan benda-benda bersejarah. Museum ini memainkan peran penting dalam menjaga benda-benda bersejarah, menghargai dan menghormati masa lalu, serta mempertahankan warisan budaya bagi warisan generasi mendatang.



4. Pengalaman Menyenangkan

Museum ini menawarkan pengalaman menarik untuk mengeksplorasi dunia di sekitar kita. Mengunjungi museum History of Sundaland dapat menjadi aktivitas bermanfaat bagi keluarga atau teman-teman.

5. Meningkatkan Keterampilan

Berkunjung ke museum History of Sundaland dapat meningkatkan keterampilan anak-anak dalam memahami, menganalisis, dan menghargai seni dan budaya. Hal ini juga dapat membantu meningkatkan keterampilan kritis dan reflektif, serta mengembangkan rasa ingin tahu yang sehat.

6. Menginspirasi

Museum History of Sundaland bisa menjadi sumber inspirasi bagi seniman, penulis, dan para tenaga kreatif lain. Mengunjungi museum inipun dapat membuka semangat ide-ide baru. Selain itu memotivasi berkarya bagi dunia sejarah dan budaya terutama di Tanah Sunda demi masa depan bangsa ini.


Berkunjung ke Museum History of Sundaland

Di museum ini tersajikan beragam ceritera sejarah Sunda yang sangat lengkap, mulai dari zaman purbakala Sundaland, Kebudayaan Buni, ekspedisi Laksamana Chengho, Misteri Gunung Padang, Tradisi Kubur Batu, Jejak Suku Baduy, megahnya Kesultanan Cirebon & Kanoman, perkasanya  Kerajaan Pajajaran dengan kisah Prabu Siliwangi, serta bagaimana rahasia tentang Tanah Pasundan sesungguhnya.

Setiap pengunjung khususnya pelajar dan anak-anak dapat belajar dengan kreatifitasnya sendiri, seperti merekam keterangan dari pemandu museum, mencatat keterangan tertulis yang tercetak maupun digital, serta memotret berbagai koleksi benda museum. Bahkan sejumlah spot foto yang instagramable mengungkap kisah yang menarik. Sehingga anak-anak tetap mendapat bimbingan agar tidak hanya berfoto, namun juga paham kisah sejarahnya. 


Ayok berkunjung ke Museum History of Sundaland, Karawang, Jawa Barat, destinasi wisata edukasi masa kini!

Alamat

Jl. Arteri Galuh Mas No.30, Sukaharja, Kec. Telukjambe Tim., Karawang, Jawa Barat 41361




 

 

 

 

 

Jumat, 05 Mei 2023

4 Periode Sejarah Sunda Terpenting di Museum History of Sundaland. Pelajari Dengan Antusias!


Sejarah Sunda dimulai sejak zaman prasejarah, namun catatan tertulis tentang Sunda dimulai pada abad ke-4 Masehi. Berikut ini adalah beberapa periode penting dalam sejarah Sunda yang dapat Anda temukan saat berkunjung ke Museum History of Sundaland di Karawang, Jawa Barat.



Dimulai dari Kerajaan Tarumanagara (abad ke-4 - ke-7 Masehi). Tarumanagara adalah kerajaan Hindu-Buddha pertama di wilayah Sunda. Pusat kerajaan ini terletak di sekitar daerah Citarum dan Ciliwung, dan memiliki pengaruh yang kuat terhadap wilayah-wilayah di sekitarnya.

Selanjutnya Kerajaan Sunda (abad ke-7 - ke-16 Masehi) didirikan oleh Prabu Siliwangi pada abad ke-14. Kerajaan ini berkembang pesat pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi dan menjadi salah satu kerajaan terbesar di wilayah Jawa Barat.

Periode Kolonialisme Belanda (abad ke-17 - ke-20 Masehi). Pada abad ke-17, Belanda menguasai wilayah Sunda dan mendirikan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) di Batavia (Jakarta). Selama masa penjajahan Belanda, wilayah Sunda mengalami banyak perubahan, termasuk dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial.

Masa Kemerdekaan Indonesia (1945 - sekarang)

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, wilayah Sunda termasuk dalam wilayah Jawa Barat dan terus berkembang sebagai pusat ekonomi dan politik di wilayah barat Pulau Jawa.

Itulah sebagian sejarah singkat Sunda yang dikisahkan oleh Museum History of Sundaland. Pengunjung akan mendapati berbagai warisan sejarah termasuk yang pernah ada pafa situs purbakala di wilayah Jawa Barat.


Peristiwa Rengasdengklok adalah sebuah peristiwa penting yang memiliki ruangan khusus di Museum History of Sundaland. Peristiwa bersejarah  ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 di sebuah rumah di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat. Serta melibatkan tujuh pemuda Indonesia yang kemudian dikenal sebagai "Tujuh Serangkai".

Peristiwa Rengasdengklok inipun menjadi salah satu pemicu penting bagi proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Hatta di Jakarta. 

Lantas bagaimana kisah perjuangan yang sangat penting bagi masyarakat Karawang ini? Yukk, ikuti cerita selengkapnya di ruang diorama Museum History of Sundaland!



 Tips Berkunjung ke Museum Sejarah Sunda

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda saat berkunjung ke museum History of Sundaland :

1.     Rencanakan kunjungan

Sebelum mengunjungi museum, pastikan Anda telah merencanakan kunjungan Anda dengan baik. Periksa jam buka museum, harga tiket masuk, dan jadwal acara atau pameran khusus yang mungkin ada. Anda juga bisa mencari informasi tentang museum tersebut di website https://www.historyofsundalandmuseum.com untuk membantu mempersiapkan kunjungan Anda.

2.     Kenali aturan dan etika

Di Museum History of Sundaland memiliki aturan dan etika yang harus diikuti pengunjung. Pastikan Anda memahami aturan dan etika tersebut untuk menghormati kebijakan dan kenyamanan orang lain yang berada di museum. Beberapa aturan seperti dilarang merokok, makan atau minum, dan tidak boleh merusak barang property atau koleksi.

Gunakan panduan teknologi dan guide story teller: Museum History of Sundaland menyediakan panduan story teller, Augmented Reality dan QR Movie, serta film teater untuk membantu pengunjung memahami pameran. Gunakan fasilitas ini untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dan memahami konteks dari koleksi museum yang Anda lihat.

3.     Menjaga Semangat Berkunjung

Museum ini seringkali ramai pengunjung, terutama pada akhir pekan atau hari libur. Bersabarlah saat antri atau bergerak di antara pengunjung lain dan hindari mengganggu orang lain yang sedang menikmati kunjungan mereka.

4.     Jangan merusak atau menyentuh koleksi

Koleksi museum History of Sundaland seringkali sangat berharga dan rapuh. Jangan menyentuh atau merusak koleksi museum apapun, dan hindari membawa barang yang dapat merusak koleksi seperti makanan atau minuman.

5.     Nikmati pengalaman Anda

Jangan lupa menikmati pengalaman Anda saat berkunjung ke museum. Biarkan diri Anda terpesona oleh koleksi yang luar biasa dan jangan takut untuk belajar lebih banyak tentang sejarah, seni, atau budaya dari pameran yang Anda lihat.

Yukk, mengunjungi museum modern sejarah Sunda ini di Karnival Theme Park ( Fun & Fit Trampolin), Galuh Mas Kota Karawang Jawa Barat Destinasi Wisata Edukasi untuk keluarga milenial masa kini.

Ohh yaa, silakan mengunduh aplikasi Augmented Reality di pencarian “History of Sundaland AR” dari Google Playstore Android agar mempermudah Anda bermain obyek 3 Dimensi di dalam ruang koleksi museum.



Selamat berwisata!

Lokasi Museum History of Sundaland :

Jl. Arteri Galuh Mas No.30, Sukaharja, Kec. Telukjambe Tim., Karawang, Jawa Barat 41361

 

 

 

 

 

 

 

Rabu, 03 Mei 2023

Mengingat Kisah Pertempuran Sunda dan Majapahit Saat Berkunjung ke Museum History of Sundaland

 

Saat berkunjung ke Museum History of Sundaland, lantas mengikuti kisah tentang Kerajaan Hindu-Buddha pada koleksi Majapahit, tentunya kita langsung teringat pada suatu kisah legenda Perang Bubat. Dimana sejarah perang ini telah menggaris pertempuran hebat antara Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Majapahit. Atau tepatnya di Alun-Alun Bubat, bagian utara Trowulan, tahun 1357.

Legenda Perang Bubat

Perang Bubat / Kompas.com

Peperangan Majapahit dan Sunda

Semula, Raja Hayam Wuruk pemimpin Majapahit, jatuh cinta pada seorang putri cantik, dari Kerajaan Sunda. Sang putri bernama Dyah Pitaloka Citraresmi. Pernikahan dirancang dengan perjalanan keluarga kerajaan Sunda menuju Trowulan. Namun, sebelum rombongan pengantin sampai di tujuan, Patih Gajah Mada mengirim pasukan ke Pesanggrahan Bubat, serta memaksa Raja Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit.

Dikisahkan, sewaktu rombongan Kerajaan Sunda berangkat menuju Trowulan (Mojokerto, Jawa Timur), kemudian tiba di perbatasan Bubat, pasukan Majapahit menghadang. Disana Gajah Mada pun memaksa Maharaja Linggabuana Wisesa untuk menyerahkan Dyah Pithaloka Citraresmi sebagai tanda takluk Sunda pada Majapahit, namun bukan sebagai pengantin Hayam Wuruk.

Diorama Perbatasan Bubat / Museum History of Sundaland

Sang raja dari Sunda beserta seluruh tamu pernikahan merasa terhina hingga segera terjadi perlawanan yang disebut Perang Bubat. Seluruh rombongan kerajaan Sunda tewas akibat kekurangan pasukan. Begitupun putri Dyah Pitaloka yang memutuskan bunuh diri bersama pengikutnya. Sejak saat itu dikabarkan Raja Hayam Wuruk sangat murka pada Gajah Mada.

Selain terjadi kemunduran Majapahit, perang bubat konon berakibat suatu larangan tentang keturunan suku Sunda dan suku Jawa Majapahit yang dilarang hidup bersama dalam ikatan pernikahan.

Sebagian orang masih membicarakan mitos ini, namun di jaman modern sekarang, kita tidak harus ikut mempercayai. Namun lebih penting untuk mempelajari kisah tentang kejayaan sejarah Kerajaan Sunda dan Majapahit yaitu dengan berkunjung ke Museum History of Sundaland, di Karawang, Jawa Barat.


Tentang Museum History of Sundaland

Sebuah museum yang menuturkan riwayat Kerajaan Sunda, bahkan jauh sebelumnya ketika era purbakala, maupun mendekati era kebudayaan yang lebih modern. Museum ini memiliki 17 zona tematik yang menyimpan beragam benda koleksi serta spot foto tematik yang instagramable.

Di Museum History of Sundaland, tersajikan beragam cerita sejarah Sunda yang sangat lengkap, mulai dari Zaman Purbakala Sundaland, Kebudayaan Buni, Ekspedisi Laksamana Chengho, Misteri Gunung Padang, Tradisi Kubur Batu, Jejak Suku Baduy, megahnya Kesultanan Cirebon & Kanoman, Perkasanya  Kerajaan Pajajaran dengan Prabu Siliwanginya, serta bagaimana rahasia tentang Tanah Pasundan sesungguhnya,

Sedangkan ketujuh belas zona yang dimaksud antara lain zona panggung dan pementasan, awal mula kehidupan, penemuan fosil manusia purba di Tanah Pasundan, Zona Kubur Batu dan Austronesia, Gelegar Krakatau dan Suku Baduy, Kebudayaan Buni, Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda dan Pengaruhnya, Kerajaan Champa,  Tokoh Islam di Tanah Pasundan, dan masih banyak lagi. 

Selain itu terdapat sejumlah  fasilitas modern seperti teater 3 dimensi, Augmented Reality (AR), serta QR Movie. Sekian catatan singkat mengenai Perang Bubat diantara Kerajaan Sunda dan Majapahit, jika ingin mengikuti seluruh rangkaian sejarah yang lengkap, kamu dapat berkeliling Museum History of Sundaland, bersama dengan pemandu Museum yang berpengetahuan luas.

Ayoo, berkunjung ke museum History of Sundaland, Karawang Nite Festival, Galuh Mas Raya, Karawang, Jawa Barat

 


Asal-Usul Nama Sunda Ternyata dari Bahasa Sansekerta! Yukk, Pahami Sunda Bersama Museum History of Sundaland!

 

Sobat museum, ternyata pengetahuan tentang Sundaland memang takkan ada habisnya. Pastinya kamu dapat belajar seluas-luasnya bersama Museum History of Sundaland. Sebuah museum di Karawang yang sedia berbagi cerita mengenai kehidupan Tanah Sunda. Seperti pada catatan ini kita coba memutar ingatan ke zaman awal pertama kata “Sunda” terbentuk.

tribunnews.com

Jika merujuk penjelasan Guru Besar Emeritus Geologi ITB Prof. Dr. Koesoemadinata, istilah Sunda itu sendiri pun sudah disebut jauh sebelum keberadaan suku sunda di Nusantara. Sedangkan seorang ahli geografi bernama Claudius Ptolemaeus menulis laporan tentang kepulauan bernama Sunda di sebelah timur India. Penjelajahan Ptolomeus terjadi sekitar pada 150 M. 

Data laporan Ptolomeus pun menjadi bekal bagi orang Portugis ketika menginjakkan kaki di Nusantara pada 1500 Masehi.

Portugis / Foto Kumparan.com 

Asal-Usul Sunda

Sunda, dalam bahasa sansekerta disebut Cuddha, artinya putih. Jika menurut ahli geologi Reinout Van Bemmelem, dahulu terdapat gunung api besar bernama Gunung Sunda purba di utara Bandung pada zaman Pleistosen. Erupsi gunung itupu membuat daerah sekitarnya tertutup abu vulkanik putih sehingga daerah itu dinamai Sunda (Sunda =Putih).

Bahasa Sansekerta itu sendiri merupakan induk bahasa-bahasa Austronesia dari penjuru wilayah Asia dan sekitarnya. Bahkan konon asal-muasall nenek moyang suku Sunda berdatangan dari wilayah Taiwan ke sebuah benua baru, yakni Tataran Sunda. Saat itu mereka bermigrasi melalui Filipina kemudian mencapai Jawa sekitar 1500 SM.


Sekitaran tahun 150 Masehi Claudius Ptolemaeus menulis tentang kepulauan dengan nama Sunda di timur India. Penyebutan itu menjadi acuan bangsa Portugis datang ke Indonesia, yang awal dikenalnya dari petunjuk ahli geologi itu bahwa Indonesia itu. Adalah Kerajaan Sunda. Setelahnya, bangsa Protugis membagi atas wilayah Sunda Besar karena pulau -pulau besar bagian barat, dan Sunda kecil ke bagian timur karena pulaunya kecil-kecil.

Austronesia / Foto ; Kompas.com

Yukk, Belajar di Musem Histrory of Sundaland

Sobat Museum, masih banyak lagi cerita terbaik mengenai sejarah dan budaya Sunda, bahkan kamu harus meihat langsung berbagai koleksi benda-benda kuno, dari zaman tersebut. Semuanya tersimpan dalam 17 zona Museum History of Sundaland. Seluruh zona imi mengisahkan runtutan hidup manusia purbakala jawa, kisah raja-raja Sunda, hingga budaya masyarakat saat ini, secara turun-temurun.

Diorama Purba Austronesia/ Museum History of Sundaland

Setiap pengunjung yang telah mendownload aplikasi History of Sundaland AR pun dapat menscan obyek 3D yang sangat unik. Pada saat anak terlihat jenuh, orangtua bisa mengaktifkan AR melalui layar ponsel. Sehingga beberapa obyek gambar 3D akan terlihat seperti nyata.

Sobat Museum, selurug fasilitas film maupun AR museum History of Sundaland kian memperjelas beragam ceritera sejarah Sunda, mulai dari Zaman Purbakala Sundaland, Kebudayaan Buni, Ekspedisi Laksamana Chengho, Misteri Gunung Padang, Tradisi Kubur Batu, Jejak Suku Baduy, megahnya Kesultanan Cirebon & Kanoman, Perkasanya  Kerajaan Pajajaran dengan Prabu Siliwanginya, serta bagaimana rahasia tentang Tanah Pasundan sesungguhnya.



Ayoo, Kunjungi museum modern sejarah Sunda ini di Karnival Theme Park ( Fun & Fit Trampolin), Galuh Mas Kota Karawang Jawa Barat Destinasi Wisata Edukasi untuk keluarga milenial masa kini!

 


Alamat

MUSEUM HISTORY OF SUNDALAND

Jl. Arteri Galuh Mas No.30, Sukaharja, Kec. Tel

 

 

Selasa, 02 Mei 2023

17 Zona Museum History of Sundaland yang Elok Nian Kisahnya, Yukk Berkunjung!

 

Kerajaan Sunda punya rekam jejak sejarah yang tangguh. Bahkan para raja dan tokoh disana memiliki legenda tersendiri yang selalu diingat masyarakat. Setiap legenda itupun terbentuk dalam ruang koleksi museum History of Sundaland. Dimana pengunjung Museum ini akan mendapati 17 zona yang dipenuhi kisah Peradaban Sunda sepanjang abad.

Seperti namanya kita pun hendak bercerita tentang segala hal berkaitan Sundaland. Sebuah ruang kehidupan yang menyimpan segala misteri tentang benua tertua serta manusia pendukung setiap zaman. Pergerakan selanjutnya membidik manusia prasejarah, kekuasaan para raja dengan berbagai konfilknya, serta peralihan era Hindu-Buddha kepada Islam. Itupun belum termasuk beragam kebudayaan yang terbentuk hingga kini.

Saat berkunjung ke Museum History of Sundaland pengunjung akan diajak berkeliling 17 zona koleksi yang luar biasa :




Pembagian Zona Museum History of Sundaland

1.    Panggung dan Pementasan

Pada zona pertama ini terdapat panggung yang dapat digunakan pengunjung untuk melakukan pementasan tari maupun drama.

 

2.    Awal Mula Kehidupan (Origin of Life)

Zona kedua menceritakan tentang ” AWAL MULA KEHIDUPAN ” manusa purba di Tanah Sunda. Pengunjung dapat  menonton film tentang awal mula terbentuknya bumi dan awal mula kehidupan purbakala Sunda.

 

3.    Penemuan Fosil Manusia Purba di Tanah Pasundan

Temuan situs Paleontologi di wilayah Jawa Barat diawali dengan temuan barang-barang peninggalan Fosil Vertebrata dari fauna di Cijulang. Selain itu, di Jawa Barat ditemukan juga alat-alat dari masa Paleolitik sebagai salah satu produk bentuk kebudayaan prasejarah yang paling tua

 

Replika Gua Purba

4.    Zona Kubur Batu dan Austronesia

Penduduk Asia Tenggara daratan ataupun kepulauan yang didominasi oleh para migran Austronesia telah memiliki kepandaian yang meluas di awal tarikh Masehi sebelum datangnya pengaruh asing. Salah satunya adalah pengembangan pola pikir yang menjadi dasar bagi budaya spiritual berupa penghormatan terhadap nenek moyang. Hal ini menjadi pengaruh yang erat kaitannya dengan budaya penguburan mereka.

5.    Gelegar Krakatau dan Suku Baduy

Pulau Jawa dengan Sumatera dulu menyatu. Bersama Kalimantan, kemudian membentuk daratan yang disebut Sunda Besar. Pemisahan Jawa dan Sumatera diyakini adalah akibat letusan Gunung Krakatau sebagai penyebab pemisahan ini. Pendapat yang mendukung pemisahan Jawa dan Sumatera karena letusan Krakatau, mengacu pada Pustaka Raja Purwa, yang ditulis pujangga Jawa, Ronggowarsito, pada tahun 1869.

 

6.    Kebudayaan Buni

Kebudayaan Buni terdapat di wilayah Pesisir Banten dan Jawa Barat seringkali ditemukan beberapa penemuan benda-benda proto sejarah bercorak Austronesia, memang diyakini bahwa migrasi Austronesia mencapai hampir seluruh wilayah Nusantara termasuk di kedua wilayah tersebut.

Koleksi Austronesia / Museum HOS

7.    Kerajaan Tarumanegara

Berdirinya Kerajaan Tarumanegara dimulai ketika Jayasingawarman melarikan diri dari serangan yang berlangsung di wilayah Salakanagara, dan ia berhasil meloloskan diri. Kemudian di tempat pelariannya pada tahun 358 Masehi Jayasingawarman mendirikan kerajaan baru ditepi sungai Citarum yang kemudian diberi nama Tarumanagara, nama Tarumanagara di ambil dari nama tanaman yakni Tarum atau tanaman pewarna, tanaman ini banyak tumbuh di sekitar sungai Citarum kemudian tanaman perwarna ini menjadi komuditas eksport sumber pemasukan dari kerajaan Tarumanagara.

 

8.    Kerajaan Sunda dan Pengaruhnya

Berdasarkan Prasasti Kebonkopi II, yang berbahasa Melayu Kuno dengan tarikh 932, menyebutkan seorang “Raja Sunda menduduki kembali tahtanya”. Hal ini dapat ditafsirkan bahwa Raja Sunda telah ada sebelumnya. 


9.    Kerajaan Champa

Berdasarkan dari penelitian doktoral Ahti R Westphal, dari Universitas Minnesota, AS, warga Kerajaan Champa merupakan pelaut yang tangguh dan pandai berdagang. Sekitar abad ke-5 hingga awal abad ke-19, Kerajaan Champa sempat menguasai wilayah Vietnam tengah dan selatan hingga mencapai Laos. Mereka berdagang dengan Tiongkok sampai bangsa Arab.

 

10. Tokoh Islam di Tanah Pasundan

Pada 1867, seorang peneliti sejarah berkebangsaan Belanda, J. Hageman menelusuri tentang hikayat agama Islam di Jawa Barat. Dalam bukunya, “Geschiedenis der Soendalanden”, dikatakannya bahwa orang Sunda pertama yang memeluk agama Islam adalah putra Prabu Kuda Lalean, yang mendapat julukan Haji Purwa.

 

11.  Teater 3 Dimensi

Para pengunjung dapat memilih tempat duduk untuk menikmati film 3D tentang kehidupan dinosaurus.

 


12.  Pengaruh Cheng Ho

Cheng Ho yang bernama asli Ma Ho lahir pada 1371 dari orangtua Muslim etnis Hui di Yunan. Hui adalah komunitas Muslim campuran Mongol-Turki. Pada 1381, Jendral Fu Yu-te dan pasukan Dinasti Ming menduduki Yunan dan menangkapi semua anak lelaki dewasa dan dan anak-anak.

 

13.  Kasultanan di Jawa Barat

Kesultanan Kanoman adalah suatu wilayah hasil pembagian Kesultanan Cirebon kepada ketiga orang putranya setelah meninggalnya .Sultan Abdul Karim (Pangeran Girilaya) atau yang dikenal dengan nama Panembahan Ratu pakungwati II pada tahun 1662, 12 tahun setelah kepergiannya ke Mataram.

 

14.  Berdirinya Kasultanan Jawa Barat

Kesultanan Banten berawal ketika Kesultanan Cirebon dan Demak memperluas pengaruhnya ke barat. Pada tahun 1524 sampai 1525, Sunan Gunung Jati bersama pasukan Demak merebut pelabuhan Banten dari Kerajaan Sunda.

Awalnya, Prabu Siliwangi, penguasa Pajajaran, mulai membatasi pedagang muslim yang akan singgah di pelabuhan-pelabuhan Kerajaan Sunda untuk mengurangi pengaruh Islam yang akan diterima oleh para pedagang pribumi ketika melakukan kontak perdagangan dengan para pedagang muslim, tetapi upaya tersebut kurang mendatangkan hasil yang memuaskan

Foto : Kompas.com

15.  Jalur Perdagangan Jawa Barat

Ratusan tahun yang lalu, sebuah jalur lahir dari keramaian kapal – kapal dagang bangsa Arab, Persia, China dan India. Sibuk berlayar ke Timur menuju China, dan kapal China sibuk berlayar ke Selatan dan Barat penuh dengan muatan kain sutera dan keramik, tetapi selain itu juga ada benang yang tidak kalah pentingnya dan berharga yang ikut membentuk jalur peradaban dunia yang aromanya membuat ribuan kapal datang ke Nusantara.

 

16.  Kedatangan dan Pengaruh VOC

Salah satu misi VOC yang pertama setelah terbentuk adalah memperbaiki hubungan dengan Kesultanan Banten, mengingat berita dari Cornelis de Houtman dulu, Banten adalah salah satu sumber utama rempah-rempah. Namun, Sultan Banten lalu mengizinkan VOC mempunyai wilayah sebagai tempat mereka melabuhkan kapal dagang, kantor administrasi dan membangun gudang. Pembangunan pos dagang permanen VOC pertama di Nusantara ini selesai tahun 1611.

 

17.  Mengenal Wayang dan Topeng Jawa Barat

Pada awalnya pertunjukan wayang golek diselenggarakan oleh para kaum laki – laki atau kaum bangsawan sunda dilingkungan Istana atau Kabupaten. Pagelaran seni wayang golek memiliki tujuan bermacam – macam, Mulai dari yang sifatnya ritual ataupun dalam rangka tontonan serta hiburan semata.

Yukk, Berkunjung ke Museum History of Sundaland!

Museum ini merupakan museum bertema sunda yang terletak dipusat kabupaten Karawang seta bergabung dengan pusat wahana rekreasi terkeren di karawang yakni Fun World Karnival. Pengunjung dapat menikmati berbagai wahana seru dan menantang sekaligus belajar budaya sunda, terutama melalui 17 seru yang begitu instagramable, sehingga sangat dianjurkan untuk didatangi karena menggabungkan edukasi dan hiburan. Selain memperoleh ilmu dan pengetahuan juga mendapatkan berbagai foto instagramable yang sangat menarik, serta pengalaman bermain AR di museum yang tidak dapat ditemukan disembarang tempat.


Selamat berwisata!

Alamat

Jl. Arteri Galuh Mas No.30, Sukaharja, Kec. Telukjambe Tim., Karawang, Jawa Barat 41361





 

 

Narasi HOS : Kebudayaan Buni

  Kebudayaan Buni, meninggalkan jejak di daerah Buni, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang diperkirakan berkembang pada periode 400 S...