Kamis, 27 April 2023

Yukk, Bercerita Tentang Wayang Topeng Koleksi Museum History of Sundaland!

 

Sewaktu berkunjung ke Musuem History of Sundaland, kita dapat menemukan beberapa koleksi topeng dengan sumber penceritaan masing-masing. Museum ini berlokasi di Karawang, Jawa Barat, sehingga koleksinya pun berakar dari peradaban Tanah Sunda.

Adapun seni wayang topeng merupakan primadona kesenian tradisi masyarakat Jawa selama ratusan tahun. Seni budaya dan religius inipun telah dihidupkan sejak abad ke-8 masehi. Semula, tari topeng merupakan jenis tarian rakyat yang tumbuh di desa-desa Cirebon dan sekitarnya. Sementara versi lain menyebut tarian topeng sempat berkembang dari Jawa Timur.

Foto ; Kompas

Sampai dengan kini wayang topeng terus dilestarikan. Sebagai property budaya, topeng sangat penting digunakan pada setiap bentuk pertunjukan tari, terkhusus cermin ajaran ajaran agama Islam.

Semenjak abad ke-15, Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga melakukan syiar menggunakan wayang topeng. Itulah mengapa tari topeng ini salah satu media dakwah yang mencerminkan akulturasi budaya. Filosofi tarian inipun digambarkan seperti siklus kehidupan manusia mulai kelahiran hingga menjelang kematian.

Koleksi Topeng Museum History of Sundaland

Sebanyak 17 zona sejarah dan budaya Sunda di Museum History of Sundaland. Salah satu yang sedang kita ceritakan ialah zona “Kebudayaan Wayang di Pasundan”. Nah, kita pun dapat mengambil 3 contoh koleksi topeng yang tersimpan disana.

1.     1. Topeng Banjet

Topeng ini merupakan asset budaya Kabupaten Karawang, lokasi dimana Museum History of Sundaland berada. Kesenian topeng banjet inipun termasuk dalam seni teater tradisional atau pertunjukan rakyat. Cirinya ialah lawakan sehingga terkesan lucu dan menghibur. Setelah itu diteruskan melalui pertunjukan seni drama tradisional.

Foto : MuseumHistoryofSundaland

Keutamaan lain Topeng Banjet dikenal dengan bahasa sundanya dan waditra pengiring. Seperti pada kendang, kecrek, dan goong buyung (gong kecil). Sedangkan musik Topeng Banjet dimainkan menyerupai suara bancet (sejenis katak) bersahutan.

2.   2.  Patihan Sabrang

Patihan Sabrang merupakan jenis wayang dugangan atau sabet, artinya sering dimainkan dalam adegan perang. Istilah Patihan Sabrang didapat dari kata patih dan sabrang. Patih merupakan pangkat dibawah raja atau sering disamakan dengan Perdana Menteri. Sabrang atau seberang (indonesia) merupakan istilah untuk menunjuk kerajaan dunia wayang yang tidak terdapat di tanah Jawa. Dalam dunia wayang kulit purwa beberapa yang termasuk kerajaan seberang adalah Parang Kencana, Guwa Barong, dll.

Topeng Panji Koleksi Museum HOS

3.    3.  Prabu Bomantara

Prabu Bomantara adalah Raja negara Trajutisna / Prajatisa. Prabu Bomantara masih keturunan Bathara Kalayuwana, putra Bathara Kala dengan Bathari Durga / Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Karena ketekunan bertapa, ia menjadi sangat sakti. Berwatak angkara murka, kejam, bengis dan selalu menurutkan kata hatinya.

Prabu Bomantara pernah menyerang Suralaya dan mengalahkan para Dewam kemudian menyerang negara Goa Siluman, sehingga menewaskan Prabu Arimbaji untuk menguasai wilayah hutan Tunggarana.

Topeng Bondres


Berkunjung ke Museum History of Sundaland

Sobat Museum, demikian catatan kita tentang wayang topeng koleksi Museum History of Sundaland, yang tercatat di dalam ruang koleksi Museum ini. Selengkapnya tentang pengetahuan sejarah maupun budaya Tanah Sunda bisa diperoleh melalui kunjungan Museum History of Sundaland. Museum ini dilengkapi sejumlah teknologi I.T kekinian serta terdapat zona interaktif dengan visualisasi diorama yang menawan beserta spot foto yang instagramable.

Selamat berwisata!







 

 

 

 

 

 

 

 

Rabu, 26 April 2023

3 Fokus Pembelajaran Anak Selama "Fun Learning" di Museum History of Sundaland

 

Setiap anak yang berkunjung ke museum perlu mendapat perhatian khusus dari pendamping, baik orangtua maupun guru kelas, terutama saat menjalani kurikulum merdeka belajar, dengan konsep outdoor learning seperti saat ini. Pasalnya, diperlukan dorongan fasilitas agar anak dapat menyukai kisah-kisah lokal dari negeri sendiri. Seperti yang kita lihat di bawah ini yaitu Teknologi Augmented Reality dari letusan Gunung Krakatau berabad-abad silam. 


Sebenarnya tidak cukup sebatas mengajak serta anak-anak berwisata museum. Pada saat berada dalam Museum History of Sundaland misalnya, peranan orangtua dan guru tetap diperlukan. Namun ternyata banyak guru yang kesulitan mengajak siswa ke museum. Seringkali anak-anak tidak tertarik atau menganggapnya membosankan dan tidak relevan dengan kehidupan mereka. Sekalipun mereka datang itu karena harus mengerjakan tugas dari sekolah.

Fokus Materi Belajar di Museum History of Sundaland

Pada saat guide museum membawa berkeliling, serta menjelaskan tentang kesejarahan Tanah Sunda, dibutuhkan fokus untuk memperhatikan informasinya. Sebab, apabila orang dewasa pun hanya sebatas melihat-lihat sekilas, apalagi membiarkan putra atau putrinya hilang fokus, tentunya takkan banyak pengetahuan diperoleh.

Lantas, pemahaman apa saja yang penting diperhatikan untuk menarik perhatian anak-anak?

1. Benda Koleksi Museum

Di Museum History of Sundaland, yang mengangkat kisah sejarah peradaban Sunda, terdapat ratusan benda koleksi bersejarah. Biasanya, sangat menarik bagi anak-anak untuk melihat benda kuno, yang menurut mereka unik. Tentu ketertarikan ini harus dijelaskan oleh orangtua melalui keterangan koleksi, ataupun dari penjelasan guide museum.


2. Augmented Reality

Setiap pengunjung yang telah mendownload aplikasi History of Sundaland AR dapat menscan obyek 3D yang sangat unik. Pada saat anak terlihat jenuh, orangtua bisa mengaktifkan AR melalui layar ponsel. Sehingga beberapa obyek gambar 3D akan terlihat seperti nyata.


3. Cerita Kebudayaan Sunda

Seluruh zona di Museum History of Sundaland mengisahkan tuntutan hidup purbakala jawa, kisah raja-raja Sunda, hingga kebudayaan masyarakat, secara turun-temurun. Alangkah baiknya jikalau anak-anak terpantik semangatnya pada cerita budaya tersebut. Dengan demikian selanjutnya mereka pun menyukai kearifan lokal dari tanah kelahirannya sendiri.


Berkunjung ke Museum History of Sundaland

Di museum ini tersajikan beragam ceritera sejarah Sunda yang sangat lengkap, mulai dari Zaman Purbakala Sundaland, Kebudayaan Buni, Ekspedisi Laksamana Chengho, Misteri Gunung Padang, Tradisi Kubur Batu, Jejak Suku Baduy, megahnya Kesultanan Cirebon & Kanoman, Perkasanya  Kerajaan Pajajaran dengan Prabu Siliwanginya, serta bagaimana rahasia tentang Tanah Pasundan sesungguhnya.

Kunjungi museum modern sejarah Sunda ini di Karnival Theme Park ( Fun & Fit Trampolin), Galuh Mas Kota Karawang Jawa Barat Destinasi Wisata Edukasi untuk keluarga milenial masa kini

Alamat

Jl. Arteri Galuh Mas No.30, Sukaharja, Kec. Telukjambe Tim., Karawang, Jawa Barat 41361





 

 

Senin, 24 April 2023

Menyusuri Legenda Karawang Sembari Berkeliling Museum History of Sundaland

 

Karawang, ibarat sebuah teropong untuk menerawang legenda Kerajaan Sunda, sejak ribuan tahun silam. Karawang pula sebuah Kabupaten yang lekat dengan legenda Prabu Siliwangi. Nah, pada catatan Museum Hisory of Sundaland ini, kita dapat memulai pembicaraan tentang asal-usul kota ini. Termasuk pemilihan nama hingga kilasan legendanya.

Agaknya kita dapat mulai bertukar cerita tentang Karawang dari kilas-balik Museum History of Sundaland  terlebih dulu. Seperti namanya, Museum ini mengurai berbagai sudut kesejarahan Tanah Sunda, melalui kisah-kisah yang sangat mengagumkan.

Sumber : detik.com

Seluruh kepingan cerita mengenai Sundaland terangkum pada  ketujuh belas zona yang variatif, dimulai zona kisah awal mula kehidupan, penemuan fosil manusia purba di Tanah Pasundan, Zona Kubur Batu dan Austronesia, Gelegar Krakatau dan Suku Baduy, Kebudayaan Buni, Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda dan Pengaruhnya, Kerajaan Champa, Tokoh Islam di Tanah Pasundan, serta koleksi kebudayaan topeng Nusantara.

Topeng Prabu Bomantara / Koleksi Museum HOS

Tokoh Inspiratif Museum History of Sundaland

Jika mengikuti 17 zona bersama pemandu Museum History of Sundaland pastinya tergambarkan alasan mengapa museum ini menjelaskan warisan Sunda di Karawang. Salah satunya berkat peranan Syekh Quro, seorang ulama Islam pertama yang singgah di Jawa kemudian hidup menetap sampai wafatnnya.

Singkatnya, penyebaran Islam bermula ketika Syekh Quro mendirikan Pondok Pesantren yang bernama Pondok Quro. Artinya tempat untuk belajar Alquran semasa tahun 1418 M atau 1340 Saka.

Penduduk Karawang semula beragama Hindu dan Budha dan wilayah ini berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda, tepatnya sebelum kedatangan Syekh Quro. Menurut naskah Purwaka Caruban Nagari, Syekh Quro adalah seorang ulama Campa yang datang ke Nusantara bersama Laksamana Cheng Ho. Syekh Quro juga putra seorang ulama besar Perguruan Islam Campa yang bernama Syekh Yusuf Siddik.


Kisah Syekh Quro barulah sebagian dari sejarah Karawang yang sampai kini merintis keberadaan Museum History of Sundaland. Singkat cerita, Syekh Quro kemudian meninggal di Desa Pulo Kalapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang. Saat ini tempat tersebut menjadi kawasan wisata religi paling terkenal di Karawang.

Selain tentang Syekh Quro, Anda pun dapat bertanya banyak hal menarik pada Story Teller atau pemandu tour Museum. Seperti halnya mengenai asal-usul nama Karawang secara historis. Apalagi mengingat penceritaan Museum History of Sundaland sangat ikonik dengan Syekh Quro dari Karawang. Bahkan legenda Prabu Siliwangi yang perkasa dan lekat dengan penaklukkan “maung” atau macan Sunda.

Augmented Reality Macan Sunda : 



Selayang Pandang Sejarah Nama Karawang

Sobat Museum, taukah Anda mengenai asal-usul nama Karawang itu sendiri?

Pada masa kedatangan Syekh Quro, daerah Karawang adalah hutan belantara yang berawa-rawa. Itulah mengapa Karawang berasal dari bahasa Sunda “Ke-rawa-an” artinya tempat berawa-rawa. Nama tersebut sesuai keadaan geografis Karawang yang dikelilingi rawa-rawa.

Selain sebagian rawa-rawa yang masih tersisa saat ini, banyak nama tempat diawali dengan kata rawa, seperti : Rawasari, Rawagede, Rawamerta, Rawagempol dan lain-lain.

Sejak dahulu, apabila orang-orang yang berpergian hendak melewati daerah rawa-rawa, maka demi keamanan mereka pergi berkafilah-kafilah menggunakan hewan seperti Kuda, Sapi, Kerbau atau, Keledai. Demikian pula halnya zaman dahulu, kesatuan-kesatuan kafilah dalam bahasa Portugis disebut “ CARAVAN ” yang berada disekitar muara Citarum sampai menjorok agak ke pedalaman. Sehingga dikenal dengan sebutan“ CARAVAN” dan lantas kini berubah menjadi Karawang.

Berkunjung ke Museum History of Sundaland

Saat berkunjung ke Museum History of Sundaland tentunya pengunjung memperoleh sejumlah fasilitas yang lengkap. Seperti halnya teater 3 dimensi serta berbagai spot foto yang dilengkapi teknologi Augmented Reality. Sehingga suatu obyek bersejarah dapat menjelma nyata di dalam layar ponsel kita. Semuanya tersedia melalui 17 zona yang diantaranya bertemakan Pengaruh Cheng Ho, Kasultanan di Jawa Barat, Berdirinya Kasultanan Jawa Barat, Jalur Perdagangan Jawa Barat, Kedatangan dan Pengaruh VOC, serta Wayang dan Topeng Jawa Barat.

Demikian catatan kita mengenai Legenda Karawang. Selengkapnya silahkan berkunjung ke Museum History of Sundaland di Karawang, Jawa Barat. 

Selamat berwisata. Salam Sahabat Museum. Hatur Nuhun!

Lokasi Museum History of Sundaland (Fun World Carnival)

Jl. Arteri Galuh Mas No.30, Sukaharja, Kec. Telukjambe Tim., Karawang, Jawa Barat 41361

 

 

 

 

 

 

Minggu, 23 April 2023

Siapakah Raja Tangguh Penguasa Harimau Sunda? Temukan Sosoknya di Catatan Biografi Museum History of Sundaland!

 

Sobat Museum, pada catatan biografi Musem History of Sundaland (HOS) ini, kita akan membahas kepemimpinan seorang raja yang sangat disegani masyarakat Sunda. Beliau pun memiliki karunia diri luar biasa, yaitu sanggup menundukkan harimau macan putih, atau disebut maung, dalam bahasa Sunda.  

Apabila berkunjung ke Museum History of Sundaland, Sobat Museum akan mendapati rangkaian cerita tentang Kerajaan Sunda, termasuk yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi. Selain itu terdapat replika singgasana sang raja yang dapat digunakan untuk berfoto. Seperti anak-anak TK Anaba Subang yang lagi berpose berikut ini!


Prabu Siliwangi

Sang pemimpin Kerajaan Pajajaran ini memiliki nama asli Prabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja. Nah, apakah sobat Museum sudah bisa menebak siapa beliau? Betul, nama populernya ialah Prabu Siliwangi.

Foto ; Burutinda.com

Kisah tentang Prabu Siliwangi menjadi salah satu penceritaan hebat mengenai raja-raja Kerajaan Sunda yang akan disampaikan oleh Story Teller Museum History of Sundaland. Persisnya pada zona kedelapan ketika kamu berkunjung ke Museum Tanah Sunda yang berada di Fun World Karnival, Karawang, Jawa Barat ini.

Di Museum History of Sundaland sanga banyak cerita sejarah mengenai kehidupan masyarakat Sunda sejak era purbakala Sundaland, hingga kerajaan-kerajaan besar yang menguasainya. Salah satunya tentu Pajajaran serta Sunda Galuh yang puluhan tahun dipimpin oleh Prabu Siliwangi. Bagaimana kisah selanjutnya? Mari, kita memasuki dunia cerita Prabu Siliwangi, di Museum History of Sundaland!



Legenda Sang Raja Penakluk “Maung”

Simbol harimau Maung sangat lekat dengan legenda Prabu Siliwang, bahkan hingga kini masih dipercaya oleh masyarakat Sunda, dan menjadi sangat ikonik.

Dalam legenda Prabu Siliwangi sang raja dikisahkan menghilang sewaktu dikejar tentara Islam dari Kerajaan Banten dan Cirebon. Tetapi, sebelum beliau menghilang di kegelapan hutan Sancang, Prabu Siliwangi telah berpesan atau menitipkan amanat kepada para pengikutnya. Amanat itu dikenal dengan “Uga Wangsit Siliwangi” yang di antaranya memuat pesan Siliwangi tentang masa depan wacana Pajajaran

Singkat cerita, setelah menyampaikan pesan, Prabu Siliwangi tiba-tiba nga-hyang, moksa, menghilang tanpa pernah ditemukan tubuhnya. Salah satu bunyi wangsit yang populer di kalangan masyarakat Sunda: “Lamun aing geus euweuh marengan sira, tuh deuleu tingkah polah maung.” (Kalau aku sudah tidak menemanimu, lihat saja tingkah laku harimau).

Pertanyaan besar apakah Prabu Siliwangi memang telah bersalin rupa menjadi harimau? Atau pesan tingkah laku harimau tersebut lebih merujuk pada karakter harimau yang diidentifikasi sebagai pemberani dan menyayangi keluarga? Tentu misteri Prabu Siliwangi dalam wujud harimau masih jadi legenda yang abadi di Tanah Sunda.

Asal-Usul Kehidupan Prabu Siliwangi

Republikanews.com

Prabu Siliwangi atau Jaya Dewata lahir lahir pada tahun 1401 di Kawali Galuh, atau sekarang merupakan daerah Ciamis. Sebutan Prabu Siliwangi sendiri berasal dari kata “silih” dan “wangi”, yaitu gelar turun temurun yang diberikan kepada beberapa pemimpin karena menjadi pengganti yang bisa membawa harum nama Kerajaan Pajajaran.

Dalam Prasasti Batutulis, Prabu Siliwangi dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sunda dan juga sebagai raja Kerajaan Galuh. Kerajaan Sunda-Galuh inilah yang kemudian dikenal saat ini dengan nama Kerajaan Pajajaran yang berada di bawah kekuasaan Prabu Siliwangi. Pada masa gemilang itu, menurut sebuah naskah Portugis, Kerajaan Pajajaran disebut memiliki 100.000 prajurit dengan 40 ekor pasukan gajah.

Seperti disebutkan sebelumnya, Prabu Siliwangi tiba-tiba menghilang, setelah dikejar oleh pasukan tentara Islam. Saat itu pengaruh Islam memang baru merambah Kerajaan Cirebon dan sekitarnya. Lantas cerita ini erat dengan kejadian pertempuran Prabu Siliwangi dengan anak kandungnya Raden Kian Santang yang mengajak sang Ayah masuk ke agama Islam.

Konon, Prabu Siliwangi menolak ajakan tersebut, sehingga terjadilah pertempuran yang membuat pasukan Raden Siliwangi terdesak. Di tengah suasana perang tersebut, Prabu Siliwangi dikisahkan melakukan moksa dan berubah menjadi macan putih, sementara pengikutnya berubah menjadi macan sancang.

Selengkapnya, Ayoo ke Museum History of Sundaland…

Lalu, bagaimana kisah Prabu Siliwangi dan kehidupan Sunda kuno berjalan pada masa-masa berikutnya?

Yukk, langsung saja berkunjung ke Museum History of Sundaland!  Museum ini menyimpan ratusan koleksi benda bersejarah yang menjadi saksi kehidupan masyarakat Sunda di zaman lampau. Serta dilengkapi sejumlah teknologi I.T kekinian, zona interaktif dengan visualisasi diorama yang menawan, spot foto yang instagramable, serta teknologi Augmented Reality yang membuat beragam obyek gambar 3D di terlihat nyata di ponsel kamu.

Sampai Jumpa di Museum History of Sundaland!


Alamat Museum History of Sundaland

Jl. Arteri Galuh Mas No.30, Sukaharja, Kec. Telukjambe Tim, Karawang, Jawa Barat 41361




 

 

Sabtu, 22 April 2023

Menelusuri Jejak Atlantis yang Hilang di Zona Museum History of Sundaland, Fantastis!

 

Sahabat Museum, apakah kamu penasaran dengan misteri atlantis di negeri kita sendiri? Wahh, ternyata banyak cara menelusuri tanda-tandanya, loch. Seperti melalui penelitian alam, peradaban sejarah, hingga kebudayaan manusia di lokasi tersebut. Nah, dalam waktu dekat ini, kamu bisa segera mencari kepingan-kepingan cerita tersebut, tentu saja dengan berkunjung ke  Museum History of Sundaland di Karawang, Jawa Barat.

Seperti namanya, Museum ini mengurai berbagai sudut kesejarahan Tanah Sunda, melalui kisah-kisah yang sangat mengagumkan. Nah, fakta yang paling menarik ialah bahwa nama History of Sundaland tersebut, sejatinya terinspirasi dari kemisteriusan “Benua Sundaland”.

sumber : detikinet@twitter 

Luar biasanya, seluruh kepingan cerita mengenai Sundaland terangkum pada  ketujuh belas zona disana, dimulai dari zona kisah awal mula kehidupan, penemuan fosil manusia purba di Tanah Pasundan, Zona Kubur Batu dan Austronesia, Gelegar Krakatau dan Suku Baduy, Kebudayaan Buni, Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda dan Pengaruhnya, Kerajaan Champa, dan Tokoh Islam di Tanah Pasundan.

Selain itu terdapat fasilitas teater 3 dimensi yang dilanjutkan zona bertemakan Pengaruh Cheng Ho, Kasultanan di Jawa Barat, Berdirinya Kasultanan Jawa Barat, Jalur Perdagangan Jawa Barat, Kedatangan dan Pengaruh VOC, serta zona Wayang dan Topeng Jawa Barat.

Sundaland, Atlantis yang Hilang?

Sundaland, sebuah nama yang indah, menyiratkan benua tenggelam yang diklaim awal dari negeri kita, Indonesia. Siapakah penghuninya? Diperkirakan manusia purba yang masih sangat primitif seperti Augmented Reality berikut ini : 


Sejarah mengenai Sundaland masih terus dipelajari melalui penelitian dan menemukan fakta-fakta menarik. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penduduk kawasan ini memiliki kesamaan genetis dengan penduduk asli Asia Tenggara, terutama yang tinggal di wilayah kepulauan.

Sundaland, sering disebut sebagai Indonesia di Zaman Es yaitu pada Periode Glasial terakhir sekitar 18.000 tahun silam. Saat itu laut surut 120 meter dari ketinggiannya hari ini. Akibatnya, wilayah Asia Tenggara menjadi benua besar, dan semuanya terhubung menjadi daratan luas.

Dikutip dari detik.com, Ahli Paleontologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Yahdi Zaim, dalam live 'Eureka! Misteri Indonesia Benua Tenggelam', menjelaskan asal usul wilayah Sundaland. Profesor Yahdi mengungkapkan bahwa istilah 'Sunda' awalnya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu 'Cuddha' yang artinya bersih, putih, atau suci. Namun kemudian seiring waktu, penyebutan tersebut berubah menjadi 'Sunda'.

Peta Sundaland / Sumber : Youtube GeoMad

Menurut Profesor Yahdi, wilayah perairan Indonesia ini kemudian dikenal menjadi Sundaland atau Perairan Sunda. Secara biologi dan geografi juga disebut sebagai Sunda Shelf atau Paparan Sunda. Sehingga, Sundaland merupakan ujung dari suatu wilayah dari daratan Asia sampai Asia Tenggara, dan sebagian besar adalah wilayah perairan Indonesia.

Nah, kita kembali pada pertanyaan terbesar sepanjang abad, benarkan Sundaland atau Indonesia merupakan Benua Atlantis yang lenyap akibat disapu Tsunami raksasa? Legenda ini memang begitu terkenal sejak zaman Yunani kuno oleh filsuf Plato dalam buku Timaeus dan Critias.

Saat ini kita pun dihadapkan fakta ilmiah, bahwa Indonesia dulunya adalah Benua Sundaland yang tenggelam. Tidak heran, banyak orang mengaitkan Indonesia sebagai lokasi Benua Atlantis.

Stephen Oppenheimer

Seorang akademisi dari Oxford, Stephen Oppenheimer, pernah diwawancara secara khusus oleh detikcom ketika bukunya pertama kali terbit di Indonesia sekitaran 2010 silam.

Stephen Oppenheimer memang tidak secara eksplisit mengatakan ada Atlantis di Indonesia. Buku Oppenheimer banyak membahas tentang periode Sundaland di Zaman Es. Terlepas dari begitu banyak sangkut-paut, Oppenheimer meyakinkan bahwa suatu awal peradaban dunia memang berasal dari Sundaland, kemudian  manusia menyebar ke seluruh dunia.

Sumber ; GeoMad Youtube

Oppenheimer lantas menulis pada separuh bukunya tentang bukti genetika dan separuh berikutnya kompilasi legenda dan mitologi banjir besar dan benua tenggelam.

Meski demikian tidak semua peneliti dan ilmuwan berkeyakinan serupa tentang hubungan Sundaland dengan Atlantis yang Hilang tersebut. Bagaimana menurut kamu? Apakah ilmu alam Sundaland dan mitologi Atlantis memang saling melengkapi satu sama lain.

Mencari “Atlantis” di Museum History of Sundaland

Peradaban Sundaland bisa jadi sebuah Atlantis yang dapat kita temukan jejaknya di masa kini, baik itu dari benda-benda peninggalan, maupun tradisi-budaya selama berabad-abad. Sekali lagi untuk membuka rasa penasaran kita tak ada salahnya berkunjung ke Museum History of Sundaland.


Saat berkunjung terdapat banyak fasilitas menarik antara lain berbagai spot foto yang dilengkapi teknologi Augmented Reality, sehingga suatu obyek bersejarah dapat menjelma nyata di dalam layar ponsel kita. Seperti yang dikatakan salah seorang pengunjung Museum berikut ini!

Selamat berwisata. Salam Sahabat Museum. Hatur Nuhun!

Lokasi Museum History of Sundaland (Fun World Carnival)

Jl. Arteri Galuh Mas No.30, Sukaharja, Kec. Telukjambe Tim., Karawang, Jawa Barat 41361

 

 

 

 

 

 

 

 

Catatan Biografi Museum History of Sundaland : Kisah Cheng Ho, Laksamana Muslim Paling Tangguh di Tanah Pasundan

 

Saat Anda berkunjung ke Museum History of Sundaland di Karawang, Jawa Barat, para pemandu Museum ini akan bercerita lebih banyak mengenai Cheng Ho. Bahkan Anda diajak-serta melihat berbagai koleksi berharga semasa peradaban Sunda tertua. Disana, Laksamana Cheng Ho telah datang diantara periode akhir dari Kerajaan hindu-Buddha, hingga Kerajaan Islam mulai berkuasa di penjuru Tanah Jawa.

Replika Kapal Chengho di Museum History of Sundaland

Siapakah Laksamana Chenh Ho?

Seorang laksamana penjelajah samudera tiba di Nusantara sekitar abad ke-15. Ia berasal dari Tiongkok, tepatnya Yunnan China, yang saat itu masih dikuasai oleh Dinasti Ming (1403-1424 M). Nama aslinya Ma He, sejak kecil Ia hidup dalam lingkungan masyarakat minoritas Muslim, yang disebut Suku Hui. Begitupun seluruh keluarga Cheng Ho telah beragama Islam turun-temurun. Terlihat dari nama depan Cheng Ho tadi yakni “Ma” yang artinya Muhammad.

Foto : Merdeka.com
Sekitar tahun 1405, Cheng Ho berlayar berkeliling dunia, bukan untuk penaklukkan tetapi bertujuan diplomasi, serta menyebarkan agama dengan santun dan damai. Meski banyak versi menyebut bahwa Cheng Ho belum tentu seorang muslim, seperti keluarganya, melainkan penganut ajaran Buddha, tetapi dirinya sangat menghormati perbedaan agama, dimanapun kapal perkasanya berlabuh.

Sobat Museum, itulah tadi perkenalan kita dengan sosok Laksamana Cheng Ho, seorang pengembara laut yang sangat menyukai keindahan Nusantara.

Perjalanan Laksamana Cheng Ho

Sobat Museum, semula Islam telah masuk lewat Islam telah masuk lewat pedagang dari Gujarat (India) dan Timur Tengah. Pada mulanya Ia melakukan ekspedisi sebab diutus oleh Kaisar China. Kemudian, Cheng Ho membawa gelombang China masuk ke Asia Tenggara, serta diikuti arus penyebaran Islam yang damai.

Cheng Ho telah menghabiskan sekitar 30 tahun usianya untuk melaksanakan pelayaran kolosal seumur hidupnya. Tercatat dalam sejarah maritim armada kapal-kapal Cheng Ho merupakan armada terbesar di kala itu. Ia berangkat dengan 27.000 anak buah yang dimuat dalam 307 kapal.

Saat berada di Nusantara, Cheng Ho sempat berkunjung ke Samudera Pasai. Disana, ia memberikan lonceng Cakra Donya kepada Sultan Aceh yang kini masih tersimpan di Museum Banda Aceh. Pada 1415, Laksamana Cheng Ho juga berlabuh di Muara Jati, Cirebon dan menghadiahi beberapa barang khas Tiongkok kepada Sultan Cirebon. Salah satu pemberiannya adalah piring bertuliskan Ayat Kursi yang masih tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Peninggalan Cheng Ho lain yang mengagumkan ialah Kelenteng Sam Po Kong, serta patung yang disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong. Terdapat empat kelenteng yang bisa dikunjungi, yakni Kelenteng Dewa Bumi, Kelenteng Juru Mudi, Kelenteng Sam Poo Tay Djien, dan Kelenteng Kiai Jangkar. Patung Laksamana Cheng Ho berdiri gagah di halaman kelenteng.

Semasa pemerintahan Raja Wikramawardhana, Laksamana Cheng Ho pernah mengunjungi Kerajaan Majapahit. Selain itu pengaruh Cheng Ho di dalam penyebaran Islam pun terlihat dari Masjid Cheng Ho yang ada di Surabaya, Palembang, Malang, dan sejumlah daerah lainnya.

Masjid Chengho (Foto : Okezone Muslim)
Selama pelayaran yang ketujuh atau yang terakhir, Cheng Ho wafat pada tahun 1433. Sang pelaut yang sangat tangguh dimakamkan di Nanjing, China.

Berkunjung ke Museum History of Sundaland

Sobat Museum, demikian catatan kita tentang ketangguhan Laksamana Cheng Ho, yang tercatat pula di dalam ruang koleksi Museum History of Sundaland. Selengkapnya tentang pengetahuan sejarah maupun budaya Tanah Sunda bisa diperoleh melalui kunjungan Museum History of Sundaland. Museum ini dilengkapi sejumlah teknologi I.T kekinian serta terdapat zona interaktif dengan visualisasi diorama yang menawan beserta spot foto yang instagramable. 

Selamat berwisata!


 

 

 

 

Narasi HOS : Kebudayaan Buni

  Kebudayaan Buni, meninggalkan jejak di daerah Buni, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang diperkirakan berkembang pada periode 400 S...